DPP FJI Kecam Pernyataan Menteri Agama Yang Anggap Zakat Tidak Populer

 


Yogyakarta, (GM) -- Beredarnya video pernyataan menteri Agama K.H.Nasarudin Umar, dalam sebuah kanal YouTube CNBC Indonesia, yang menyiarkan Kelola Dana Umat, dimana dalam pernyataan trrsebut Menteri Agama menyampaikan bahwa negara yang mau maju harus meninggalkan zakat karena tidak populer Sabtu, (28/2/2026).


Pernyataan tersebut membuat Ketua DPP FJI Yogyakarta mengecam pernyataan tersebut. 

Sehubungan dengan pernyataan dari Menteri Agama Republik Indonesia (KH Nasaruddin Umar) yang menyebutkan bahwa zakat "tidak populer", kami Dewan Pimpinan Pusat Front Jihad Islam (DPP FJI) menyampaikan tanggapan sebagai bentuk protes, keberatan terhadap Statment Mentri Agama terkait zakat tidak populer.


1. Bahwa Zakat merupakan rukun Islam ketiga yang memiliki dasar teologis, yuridis, dan sosial yang sangat kuat. Oleh karena itu, zakat bukan sekadar persoalan popularitas, melainkan kewajiban agama yang melekat bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat (muzaki). Dalam praktiknya, potensi zakat di Indonesia sangat besar dan terus menunjukkan peningkatan penghimpunan dari tahun ke tahun melalui berbagai lembaga resmi.


2. Bahwa apabila terdapat pandangan bahwa zakat belum optimal atau belum menjadi arus utama dalam sistem ekonomi nasional, hal tersebut seharusnya. menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat literasi zakat, tata kelola, transparansi, serta integrasi dengan program pengentasan kemiskinan, bukan dimaknai sebagai kurangnya minat masyarakat terhadap zakat itu sendiri.


3. Bahwa kami memandang penting bagi pemerintah, khususnya Kementerian Agama, untuk terus mendorong edukasi, inovasi digitalisasi pengumpulan zakat, serta sinergi dengan lembaga amil zakat agar kepercayaan publik


semakin meningkat. Dengan langkah tersebut, zakat dapat berperan strategis dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat


4. Bahwa Narasi yang berkembang di ruang publik hendaknya disampaikan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah ummat. Zakat adalah instrumen ibadah sekaligus sosial ekonomi yang telah terbukti membantu mustahik dan memperkuat solidaritas sosial


Demikian tanggapan ini kami sampaikan sebagai bentuk protes, keberatan sekaligus. masukan konstruktif. Besar harapan kami agar pengelolaan zakat di Indonesia semakin maju, profesional, dan memberi manfaat luas bagi bangsa dan negara. tutup Abdurrahman selaku Ketua DPP FJI Yogyakarta.

(Rls/Ant).

Lanal Yogyakarta Gelar Program Laut Bersih di Pantai Samas Bentuk Lestarikan Ekosistem Pesisir



Yogyakarta, (GM) -- Cuaca bukan menjadi penghalang bagi Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta untuk melaksanakan kegiatan Program Laut Bersih (Prolasih) di Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Jumat (27/02/2026).


Kegiatan tersebut tetap dilaksanakan meskipun diguyur hujan sebagai wujud kepedulian dan komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan laut dan pesisir, sekaligus melaksanakan Taklimat Presiden RI Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).



Pelaksanaan Prolasih melibatkan prajurit dan PNS TNI AL, Ibu Jalasenastri, prajurit Koramil Sanden, Satpolairud Bantul, serta masyarakat setempat. Sasaran kegiatan difokuskan pada pembersihan sampah di sepanjang area pantai dan lingkungan sekitarnya guna mengurangi pencemaran laut, khususnya sampah plastik yang berpotensi merusak ekosistem pesisir.


Komandan Lanal Yogyakarta Kolonel Marinir Hafied Indarwan, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan Program Laut Bersih merupakan program rutin TNI AL yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat tidak menyurutkan semangat seluruh peserta untuk tetap melaksanakan kegiatan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan maritim.


Melalui kegiatan Prolasih ini, diharapkan terwujud lingkungan Pantai Samas yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), sekaligus memperkuat sinergi antara TNI AL dan masyarakat dalam menjaga kelestarian wilayah pesisir.(Rls/Ant)

Bersama Ormas PP Polres Tanggamus Gelar Apel Siaga Kamtibmas Demi Terciptanya Ramadhan 1447 H Yang Aman Dan Kondusif

 


Tanggamus, (GM) -- Polres Tanggamus menggelar Apel Siaga Kamtibmas dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) yang kondusif selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah di Lapangan Apel Mapolres setempat dipimpin langsung Kapolres Tanggamus, AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H. Kamis (26/2/2026). 


Membacakan Amanat Kapolda Lampung, Irjen Pol  Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., Kapolres menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh personel dan masyarakat.


“Mengawali amanat ini, saya selaku Kapolres Tanggamus mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 H. Semoga bulan suci ini membawa keberkahan dan ketenangan bagi kita semua dalam menjalankan tugas pengabdian serta mari jadikan momentum Ramadhan untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan integritas dalam bekerja,” ujarnya.


Kapolres menegaskan bahwa apel siaga bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata kesiapsiagaan dan komitmen aparat dalam menjamin rasa aman bagi masyarakat Kabupaten Tanggamus.


“Apel siaga yang kita laksanakan hari ini bukan sekedar seremonial, melainkan wujud nyata kesiapsiagaan dan komitmen kita semua untuk menjamin rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat di Kab. Tanggamus,” tegasnya.


Kapolres juga menyoroti perubahan dinamika sosial selama bulan Ramadhan yang berpotensi menimbulkan kerawanan kamtibmas.



“Ketika masyarakat beristirahat, kita bekerja. Ketika masyarakat beribadah, kita menjaga. Kita harus menguatkan tekad dalam satu misi mulia, yaitu menjadi benteng kedamaian bagi masyarakat yang merindukan kekhusyukan,” katanya.


Dalam arahannya, Kapolres menginstruksikan beberapa langkah strategis, di antaranya penguatan sistem peringatan dini guna mengantisipasi potensi intoleransi maupun konflik sosial sejak dini. Ia juga menekankan pentingnya pengamanan simpul ekonomi dan distribusi bahan pokok agar tidak terjadi gejolak harga di pasaran. 


“Jangan ada distributor maupun spekulan yang mencoba bermain dengan perut rakyat. Kamtibmas terjaga jika kebutuhan pokok rakyat terpenuhi dengan harga yang wajar,” ujarnya.


Selain itu, patroli pada jam-jam kritis menjadi perhatian khusus, terutama saat ngabuburit, waktu tarawih, dan sahur. Pengamanan difokuskan pada antisipasi kemacetan di pasar tumpah dan sentra takjil, pencegahan curanmor di area parkir masjid, serta patroli gabungan berskala besar untuk mencegah aksi balap liar maupun sahur on the road yang berpotensi anarkis.


Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar mengedepankan pendekatan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat.


“Rekan-rekan, ingatlah bahwa masyarakat sedang dalam kondisi menahan haus dan lapar, emosi mungkin lebih mudah tersulut. Karena itu, saya minta senyum, sapa, salam. Jadilah penyejuk di tengah terik matahari,” pesannya.


Apel siaga turut dihadiri Wakapolres, pejabat utama Polres, para Kapolsek jajaran, serta unsur TNI dari Kodim 0424/Tanggamus, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD Kabupaten Tanggamus dan Ormas Pemuda Pancasila.

Razia Perang Sarung, Polsek Kota Agung Amankan 6 Alat Pemukul Berisi Kawat

 


Tanggamus, (GM) -- Aparat kepolisian dari Polsek Kota Agung menggelar patroli dan razia gangguan Kamtibmas guna mengantisipasi aksi perang sarung yang kerap terjadi usai salat tarawih di bulan Ramadan.


Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 22.50 WIB hingga selesai, dengan lokasi patroli di area dermaga 2 Pelabuhan Kota Agung, Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus.


Dalam kegiatan tersebut, petugas yang terdiri dari Aiptu Triyono Badri, Aiptu Putra Alam, dan Aiptu Dedi Irawan melakukan patroli dialogis serta memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, khususnya para remaja.


Kapolsek Kota Agung, AKP Feriyantoni, S.H., M.H., mengatakan, patroli tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman dan menjaga situasi tetap kondusif di wilayah hukum Polsek Kota Agung.



"Dari hasil razia, kami mengamankan 6 alat pemukul yang telah dimodifikasi, di antaranya sarung yang diisi kawat serta cambuk yang di bagian ujungnya dipasangi kawat besi," kata AKP Feriyantoni mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., Rabu 25 Februari 2026.


Kapolsek menyebut, pihaknya juga mengamankan seorang anak berinisial R (13), warga, Kelurahan Baros, Kecamatan Kota Agung. 


"Setelah dilakukan pembinaan dan pendataan, anak tersebut diserahkan kembali kepada pihak keluarganya dalam keadaan sehat jasmani," ujarnya.


Kapolsek menegaskan bahwa perang sarung yang telah dimodifikasi dengan benda berbahaya seperti kawat sangat berisiko menimbulkan luka serius dan dapat berujung pada proses hukum. 


"Kami mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari setelah pelaksanaan ibadah tarawih," tutupmya.

Polsek Kota Agung Dibantu Warga Tangkap Pelaku Percobaan Pencurian Di Way Gelang, Dua Rekannya DPO

 


Tanggamus, (GM) -- Aksi percobaan pencurian dengan pemberatan di Pekon Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, berakhir dengan penangkapan satu pelaku oleh massa pada Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. 


Tersangka yang diamankan inisial AR (31) warga Pekon Padang Ratu Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus. Sementara itu, dua pelaku lainnya berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor dan kini masih dalam pengejaran.


Kapolsek Kota Agung Polres Tanggamus, AKP Feriyantoni, S.H., M.H., mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat korban, Yandi (27), pulang ke rumah usai memancing bersama rekannya pada dini hari. 


Ketika tiba di depan rumah dan mematikan sepeda motor agar tidak menimbulkan suara, korban justru memergoki seorang pria keluar dari dalam rumah melalui pintu samping. Sadar aksinya diketahui, pelaku langsung kabur.


Korban spontan melakukan pengejaran sambil berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu mengundang warga sekitar keluar rumah dan ikut memburu pelaku hingga ke area persawahan. 



"Salah satu pelaku akhirnya berhasil ditangkap massa, sedangkan dua rekannya yang diduga menunggu di depan rumah melarikan diri," kata AKP Feriyantoni mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., Selasa 17 Februari 2026.


Kapolsek mengungkapkan, saat diamankan, warga menemukan satu celana balita warna merah muda di saku pelaku yang diketahui milik keponakan korban. 


Tak lama berselang, Polsek Kota datang ke lokasi setelah menerima laporan dari Kepala Pekon Way Gelang dan langsung mengamankan pelaku dari kerumunan warga.


"Usai diamankan, pelaku sempat dibawa ke RSUD Batin Mangunang untuk mendapatkan perawatan sebelum menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kota Agung," ungkapnya.


Kapolsek membeberkan, dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui pelaku bersama rekannya berusaha masuk dua rumah di lokasi tersebut namun tidak berhasil.


Ketika itu, para pelaku bergeser dan berhasil masuk ke rumah korban yang sedang dalam tahap renovasi melalui pintu samping yang hanya ditutup terpal. 


"Di dalam rumah, pelaku sempat mengobrak-abrik kamar untuk mencari barang berharga. Namun karena tidak menemukan barang bernilai besar, pelaku hanya sempat mengambil pakaian anak-anak sebelum kepergok pemilik rumah," bebernya.


Saat ini, tersangka bersama barang bukti berupa satu celana balita, satu dompet berisi identitas pelaku, satu kotak plastik berisi tusuk gigi, serta tiga kartu SIM ditahan di Polsek Kota Agung


Sementara itu, untuk dua rekan tersangka yang melarikan diri masih dalam pengembangan guna mengungkap identitasnya.


"Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf e dan g Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman maksimal 7 tahun penjara," tandasnya.

Parosil Mabsus Minta SPPG Jaga Sanitasi Kebersihan Lingkungan

 


Lampung Barat, (GM) -- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus menekankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjaga sanitasi kebersihan lingkungan supaya tidak menimbulkan keresahan masyarakat. Senin (23/2/2026). 


Permintaan itu disampaikan Parosil Mabsus ketika mengumpulkan seluruh kepala SPPG se-Kabupaten Lampung Barat di Aula Kagungan Setdakab. 


Dalam arahannya, selain menekankan terkait bagaimana penanganan sampah atau sisa makanan, Bupati Lampung Barat dengan tegas meminta menu MBG di Bulan Suci Ramadhan harus terjamin kesehatan, higenis dan ketepatan waktu dalam penyaluran. 



"Selain menu yang harus betul-betul terjamin kesehatannya, waktu pendistribusian yang tepat waktu. Tidak kalah pentingnya SPPG harus dapat mengelola sampah dengan baik agar tidak mencemarkan lingkungan sehingga meresahkan warga," ungkap Parosil Mabsus. 


Dikatakannya, jika memang pihak SPPG tidak memiliki solusi terkait penanganan dan pengolahan sampah, maka ke depan mungkin perlu adanya kersajasam dengan dinas lingkungan hidup. 


"Jika memang SPPG tidak bisa menanganinya, mungkin ke depan akan ada MOU dengan dinas lingkungan hidup," paparnya. 


"Tetapi kalau memang SPPG memiliki solusi terkait penanganan sampahnya, agar bisa bermanfaat justru memang itu yang saya harapkan. Yang terpenting tidak mencemarkan lingkungan sehingga mmebuat keresahan bagi warga," tutup Parosil Mabsus.

Mengulas Sejarah Zaman Dahulu Kala : Bupati Parosil Mabsus Kini Resmikan Kekuhan Sebagai Alat Komunikasi Antar Masayarakat



Lampung Barat, (GM) -- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus resmi melaunching Kekuhan (Kentongan Bambu) sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal, Kamis (12/2/2026). 


Presmian berlangsung di SMPN 1 Liwa. Ditandai memukulan Kekuhan dipimpin Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus diikuti oleh seluruh tamu undangan. 


Menurut Bupati Lampung Barat, diresmikannya Kekuhan sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal bukan tanpa alasan. 


Selain Kekuhan memiliki sejarah atau historis tersendiri. Kekuhan pada dahulu sebelum berkembangnya zaman merupakan alat komunikasi antar masyarakat. 


"Sebelum berkembangnya zaman, Kekuhan merupakan alarm masyarakat yang memberi atau menyampaikan berita penting dan pada masuk waktu ibadah shalat," kata Parosil Mabsus. 


Meskipun dengan berkembangnya zaman semakin Modern, Parosil Mabsus berharap Kekuhan menjadi alat kominikasi yang efektif digunakan untuk memberi informasi antar masyarakat. 



"Meskipun sudah memasuki zaman moderen namun kearifan lokal di Lampung Barat harus tetap dipertahankan," ujarnya. 


Terlebih, Lampung Barat merupakan daerah rawan bencana, sebab sebagian wilayah merupakan perbukitan, juga dilewati langsung oleh Seser Semangko. 


Oleh karenanya, ia mengaku pihaknya berkomitmen untuk melestarikan Kekuhan sebagai alarm pemberian kabar berita antar masyarakat. 


"Kentongan merupakan alat tradisional yang dapat digunakan disituasi seperti apapun. Seandainya terjadi bencana Kekuhan dapat digunakan untuk memberi informasi ke masyarakat dengan harapan tidak terjadi korban jiwa," terangnya. 


Bupati dua periode itu juga menyoroti program Gubernur Lampung Mirzani Djausal 

"Kamis Beradap", beliau meminta agar kebijakan tersebut diikuti dan dipatuhi. 


"Sebagai bentuk dukungan kepada program Gubernur Lampung Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan untuk hari Kamis menggunakan batik khas Lampung dan Injang Miwang (sarung menangis)," tutupnya. 


Sementra kepala Pelaksana BPBD Lampung Barat Padang Priyo Utomo menjelaskan di tetapkannya Kekuhan sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap komitmen Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus-Mad Hasnurin sebagai Kabupaten tangguh bencana. 


Ia menjelaskan terdapat tujuh pola ketukan tanda komunikasi, peringatan pada Kekuhan:


1. Tiga ketukan pendek selama tiga kali menandakan ada yang meninggal. 

2. Dua ketukan pendek selama tiga kali menandakan adanya kemalingan.

3. Tiga ketukan pendek selama tiga kali memberikan informasi terjadi kebakaran rumah. 

4. Empat ketukan pendek selama tiga kali menandakan adanya bencana alam, banjir, longsor dan lain2. 

5. Lima ketukan pendek selama tiga kali jika terjadi kemalingan ternak.

6. Satu ketukan pendek dilanjutkan sepuluh ketukan panjang ditutup satu ketukan pendek untuk memanggil gotong royong.

7. Ketukan panjang yang dilakukan berkali-kali menandakan bahwa sudah terjadi bahaya atau darurat.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Mad Hasnurin, Ketua DPRD Edi Novial, Sekretaris Daerah Nukman, Ketua TPP PKK Partinia Parosil Mabsus, Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah dan dewan guru.